Kenapa Ingin Menjadi Dokter?
Assalamualaikum semua, lama sekali rasanya saya belum menulis lagi, di tengah sibuknya pendidikan dan beragam aktivitas lainnya. Teman-teman pasti tau sebelumnya saya pernah mengenyam pendidikan di bidang Informatika kan? Bisa baca ceritanya di sini. Namun, memutuskan untuk mengundurkan diri dan melanjutkan pendidikan di kedokteran.
Sentuhan Dokter Kecil
Saya yakin banyak di antara kita yang punya kenangan masa kecil yang membekas, ya kan? Nah, salah satu kenangan yang paling kuat dalam benak saya adalah saat saya menjadi dokter kecil. Waktu itu, saya ikut pelatihan dokter kecil yang diadakan di sekolah. Ternyata saya menikmati bermain peran menjadi dokter dengan teman-teman. Saya membuat resep-resep khayalan, memeriksa "pasien" dengan stetoskop mainan, dan lainnya. Rasanya menyenangkan sekali bisa "menyembuhkan" orang lain, meskipun hanya dalam permainan. Dari situlah benih ketertarikan saya pada dunia medis mulai tumbuh. Saya merasa seperti detektif yang sedang memecahkan kasus dan itu sangat membuat saya bersemangat.
Dokter Pertama di Keluarga
Selain itu, ada faktor lain yang juga memengaruhi pilihan saya. Saya ingin menjadi dokter pertama di keluarga inti saya. Ibu saya memang tenaga medis, tetapi bukan dokter. Saya ingin memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan keluarga dan masyarakat sekitar. Saya ingin menjadi sosok yang bisa diandalkan dalam situasi darurat medis. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan Aceh juga bisa berprestasi di bidang kedokteran.
Jati Diri Perempuan Aceh
Menjadi perempuan Aceh yang berprofesi sebagai dokter adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Saya ingin menginspirasi perempuan-perempuan lain untuk mengejar mimpi mereka, apapun bidangnya. Saya ingin memiliki jati diri yang kuat sebagai perempuan Aceh yang mandiri dan berdedikasi.
Interaksi Sosial yang Membahagiakan
Salah satu hal yang paling saya sukai dari profesi dokter adalah interaksi sosial yang intens. Saya senang bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, mendengarkan cerita mereka, dan membantu mereka mengatasi masalah kesehatan. Saya percaya bahwa komunikasi yang baik antara dokter dan pasien adalah kunci keberhasilan pengobatan. Saya ingin menjadi dokter yang tidak hanya kompeten dalam bidang medis, tetapi juga empatik dan peduli terhadap pasien.
Membangun Jembatan Kesehatan
Kedokteran adalah pilihan yang menantang, tetapi juga sangat memuaskan. Saya menyadari bahwa perjalanan saya masih panjang, tetapi saya yakin bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari orang-orang terdekat, saya bisa mencapai tujuan saya. Saya ingin menjadi dokter yang компетентный, profesional, dan berintegritas. Saya ingin memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat, khususnya di Aceh.
Saya berharap tulisan ini bisa memberikan gambaran tentang alasan saya memilih kedokteran. Jika kamu punya pertanyaan atau ingin berbagi cerita, jangan ragu untuk menulis di kolom komentar, ya!
Salam sayang dan salam sehat!
Raneey
Get notifications from this blog
Halo! Terima kasih sudah membaca.